Postingan

Saling Mendoakan dan Mengikhlaskan

Hampir tengah malam dibuat insomnia karena menengok instagram kelas dan teman-teman kuliah. Aku tidak punya instagram pribadi yang saling follow dengan mereka, jadi seperti ini yang bisa aku lakukan ketika ingin mengenang. Akhirnya, kita memasuki fase ini, skill terakhir, osce terakhir, tutorial terakhir, plendis terakhir, hingga kelas terakhir. Dan besok adalah ujian terakhir di blok terakhir. Haru, bangga, sedih, senang, bercampur aduk. Satu per satu kabar bahagia pun terdengar, salah satu diantara kami telah menyelesaikan semhas, dan akan disusul yang lain. Aku ikut bangga dan senang melihat keberhasilan mereka, sambil melangitkan banyak doa-doa. Katanya, setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orangnya. Rasanya baru kemarin aku mengusulkan nama V*t*v*r** sebagai nama angkatan.. but life must go on. Mungkin aku belum bisa menjadi teman yang baik. Lebih banyak diamnya, sering menyendiri, sering ngilang . Ada hal-hal yang tidak bisa aku jelaskan.. Tapi aku selalu berdoa, agar Al...

Puan

Gambar
Perempuan berpendidikan tinggi bukan untuk menyaingi laki-laki. Sebab dalam Islam, lelaki adalah seorang pemimpin yang akan membimbing istrinya. Pun, diantara ikhtiar untuk meraih ridho-Nya adalah dengan taat dan patuh pada suami, dengan catatan apabila perintahnya tidak menyimpang dari yang Allah perintahkan. Perempuan juga madrasah pertama bagi anak-anaknya kelak. Sehingga, meski kodrat perempuan menjadi ibu rumah tangga, ia tetap butuh untuk terus belajar, memiliki kecerdasan dan keterampilan. Sebagian mengatakan itu merupakan anugerah, tapi bagiku, keduanya juga didapatkan dari ikhtiar kita, apakah kita mau mengupayakannya?  Laa hawla wala quwwata illah billah.  Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Nya. Ada sebuah pesan indah yang ingin kubagikan, “Jangan lelah belajar untuk terus menuntut ilmu, karena kelak darimu akan terlahir anak-anak yang mewarisi peradaban Islam. Karena kelak anak-anakmu berhak memiliki ibu yang bukan sekadar cantik, tetapi juga cerdas dan...

2022

Gambar
  Di tahun ini, banyak keputusan-keputusan besar. Beberapa hal perlu diikhlaskan, agar hati lebih tenang. Semesta pun menjadi saksi atas setiap momen yang kulewati. Meski terk adang, rasa putus asa itu hadir, tapi aku mencoba menengok lagi ke belakang.. Ternyata, banyak hal yang sebelumnya aku pikir sulit, pada akhirnya terlewati juga.. alhamdulillah *menghembuskan nafas* :") Jika sebelumnya, atas izin dan pertolongan-Nya.. aku bisa melewati itu semua, maka kali ini aku harus kembali yakin bahwa aku bisa, insyaaAllah semangat! *setting foto, one of my cozy place, di bawah meja kasir :D

Bus Ijo dan Surabaya

Gambar
"Nikmati ae, suatu saat pasti bakal kangen masa-masa saiki" tutur mbak melalui pesan singkat enam tahun lalu. Ketika itu, aku sendiripun masih belum mengerti sepenuhnya.  Hanya bisa berkaca-kaca membayangkan suasana rumah dan wajah ibuk. Lalu kualihkan pandanganku ke luar jendela bus, dengan kedua tangan merangkul tas. Berusaha menenangkan diri dengan m enyebut nama-Nya. Berusaha meyakinkan diri bahwa apa yang sedang aku jalani saat itu adalah bagian dari takdir Allah yang baik. Berharap semua akan baik-baik saja.. Dan iya, mbak benar, rasa rindu itu mulai terasa sesak setelah beberapa tahun kemudian, setelah tak lagi tinggal di kota itu. Tak lagi mendengar " s elamat pagi, selamat siang, mohon izin lewat, mohon izin bertanya ". Tak lagi mendengar panggilan " memey ". Tak lagi bertemu mbak-mbak penjual penyetan yang sudah hafal pesananku, " nasinya tambah seribu, ya :) " Ah Surabaya, meski belum banyak tempat kukunjungi, tapi ia berhasil merebut...

Perempuan Perlu Berpendidikan Tinggi (?)

Gambar
Berbagi perspektif para pembicara dari berbagai background dan latar belakang pendidikan Alhamdulillah pagi ini bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2021, berkesempatan untuk mengikuti webinar "Perempuan Perlu Berpendidikan Tinggi (?)" yang diselenggarakan oleh @therealummi. Dari ketiga pembicara aku mendapat berbagai insight luar biasa, dari pembicara pertama yaitu mba Lisa yang menempuh pendidikan di bidang akuntansi kemudian beliau mencoba menekuni wakaf karena merasa passion beliau ada disana, masyaAllah kagum sekaligus iri dengan orang-orang yang berkesempatan mempelajari ilmu dunia tetapi dapat mengimplementasikan untuk urusan akhirat Kemudian pembicara kedua, mba Risma, dibalik gelar-gelar yang beliau dapatkan, ada struggle yang luar biasa tentunya, beliau sempat gap year dan jualan bebek goreng, bahkan pernah berada di fase ketika dibully orang-orang, "lulus cumlaude tapi jual bebek goreng" akhirnya beliau mencoba apply beasiswa S2 dan karena te...

Memang nggak mudah.. tapi, selalu ada pertolongan-Nya

Kalau ingat lagi sore itu.. Ternyata, ketika bena r-benar pasrah sama Allah, ketika menyerahkan semuanya sama Allah, ketika sadar bahwa cuma Allah yang bisa bantu, meski tak ada satupun manusia yang tahu.. insyaaAllah ada saja jalan, tiba-tiba datang pertolongan-Nya dari arah yang tak terduga sebelumnya. Allah memang yang paling mengerti isi hati, meski tak sanggup lagi diungkapkan oleh kata-kata, hanya bisa menghela napas dan menyebut nama-Nya, "yaAllah.." Semakin yakin bahwa Allah lah sebaik-baik penolong, sebaik-baik tempat bersandar, dan menggantungkan segala harap. Semakin yakin bahwa kehidupan kita berada dalam genggaman-Nya :") Siapapun kamu yang sedang membaca ini, apapun masalah yang sedang kamu hadapi, mungkin memang nggak mudah..  tapi, Allah nggak akan ninggalin kita :") sabar, sebentar lagi, akan segera datang pertolongan-Nya.. :") Yogyakarta, 17 April 2021

Keteguhan Hati

Gambar
Alhamdulillah atas izin Allah semalam ikut menyimak live ig "Ngobrolin Kesepakatan Pernikahan" di instagram @premarriagetalk yang membahas mengenai hal-hal yang perlu diketahui pasangan saat melangsungkan ta'aruf. Dan dari apa yang disampaikan kak Sarah mengingatkan lagi perihal keteguhan hati :') Berawal dari pertanyaan salah seorang partisipan, "Kak, saya bertemu ikhwan yang sesuai kriteria tapi gimana caranya untuk berhenti chat atau komunikasi?" "Kuncinya tegas terhadap diri sendiri. Sebagai muslimah kalau ada laki-laki yang mengajak komunikasi diluar urusan syar'i maka sebaiknya stop saja. Meski sesuai kriteria, tapi belum tentu dia jodoh kita, kan?" yaAllah :') semoga Allah teguhkan hati ini, semoga Allah mampukan diri ini untuk tetap berada di koridor-Nya sampai tiba waktunya Allah pertemukan dengan pilihan-Nya, yang tertulis di Lauhul Mahfudz