Perempuan Perlu Berpendidikan Tinggi (?)


Berbagi perspektif para pembicara dari berbagai background dan latar belakang pendidikan

Alhamdulillah pagi ini bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2021, berkesempatan untuk mengikuti webinar "Perempuan Perlu Berpendidikan Tinggi (?)" yang diselenggarakan oleh @therealummi. Dari ketiga pembicara aku mendapat berbagai insight luar biasa, dari pembicara pertama yaitu mba Lisa yang menempuh pendidikan di bidang akuntansi kemudian beliau mencoba menekuni wakaf karena merasa passion beliau ada disana, masyaAllah kagum sekaligus iri dengan orang-orang yang berkesempatan mempelajari ilmu dunia tetapi dapat mengimplementasikan untuk urusan akhirat

Kemudian pembicara kedua, mba Risma, dibalik gelar-gelar yang beliau dapatkan, ada struggle yang luar biasa tentunya, beliau sempat gap year dan jualan bebek goreng, bahkan pernah berada di fase ketika dibully orang-orang, "lulus cumlaude tapi jual bebek goreng" akhirnya beliau mencoba apply beasiswa S2 dan karena terlahir dari lingkungan yang juga mendukung, ayah ibu beliau seorang dosen sehingga beliau tertarik dan merasa passion beliau di bidang mengajar. Ketika apply menjadi dosen diberbagai Univ qadarullah beliau ditolak karena ternyata bidang pendidikan yang diambil sebelumnya tidak linear, akhirnya beliau memutuskan untuk melanjutkan S3 dengan apply beasiswa di berbagai negara dan diterima di Jerman

Pembicara terakhir yaitu mba Meutia, yang menempuh pendidikan S1 di Undip kemudian melanjutkan S2 di UGM, ketika apply beasiswa S3 di luar negeri bersamaan dengan Allah datangkan seseorang yang mengetuk pintu rumahnya untuk melamar beliau. Qadarullah mungkin belum berkesempatan untuk melanjutkan S3 akhirnya beliau memutuskan menikah dan menjadi ibu rumah tangga dengan tetap produktif menebar kebermanfaatan, membuka usaha catering, belajar bahasa arab, menulis buku

MasyaAllah tabarakallah. Ada catatan kecil dari apa yang beliau sampaikan selama webinar sebagai pengingat diri ini meski tidak semua tercatat tapi in syaa Allah bermanfaat

Mba Lisa
• Jangan menyempitkan arti pendidikan, pendidikan itu luas, tidak hanya soal degree tetapi juga didapat dalam kehidupan sehari-hari

• Hidup kita sepanjang perjalanannya adalah proses belajar. Dan prioritas seorang perempuan akan berubah setelah menikah dan punya anak, maka di fase yang masih sendiri syukurilah keadaan saat ini karena masih fleksibel untuk belajar dan mencoba banyak hal

• Akhirnya peran kita sebagai perempuan akan bertambah, penting bagi kita tidak mengukur baju kita dengan baju orang lain, tapi penting juga bagi kita menjalani momen yang Allah beri dengan sebaik2nya, sebagai anak, sebagai kakak, sebagai adik, sebagai istri, sebagai ibu

• Memperbaiki niat dalam menuntut ilmu, memperbaiki orientasi yang dulu ingin dibilang sukses (duniawi) menjadi orientasi dunia-akhirat, yaitu hidup untuk mendapatkan ridho Allah, meyakini bahwa akhirat (surga) adalah tempat pulang kita

• Islam bukan sekedar agama tapi juga way of life kita, hal itu yang membuat kita mencintai ilmu, semakin belajar maka semakin kita merasa bukan apa2. The more u study, the more u realize u don't know, masyaAllah karena ilmu Allah itu luas. 
Kita mungkin tidak dapat mempelajari semuanya, maka dari itu harus ada skala prioritas. Jangan salah fokus atau salah memanajemen mana yang harus kita pelajari

• Kita harus sering refleksi, menempatkan dunia pada tempatnya, jangan menempatkan pada hati, karena dunia adalah tempat singgah

Mba Risma
• Perempuan adalah penggerak dari perubahan suatu masyarakat. Seperti statement yang sering kita temui bahwa dibalik kesuksesan suatu pihak pasti ada perempuan yang hebat, dan juga ada statement yang sudah dibuktikan oleh riset bahwa memang kecerdasan seorang anak diturunkan dari ibunya

• At the end of the day, perempuan akan menjadi madrasah pertama bagi anak2nya

• Indikator seseorang itu berpendidikan tinggi bukan hanya dari degreenya tetapi ketika dia tahu dan mengenal Allah, mengenal Tuhannya dan juga memiliki akhlak yang baik, berakhlak mulia

Mba Meutia
• Disinilah karir saya, disinilah surga saya. Sebab menjadi ibu rumah tangga adalah salah satu cara untuk menggapai ridho-Nya. Pendidikan tinggi bukan soal degree, tapi ilmu, kita ikut seminar kita dapat ilmu, kita baca buku kita punya wawasan

• Saya mungkin tidak meninggalkan warisan atau harta pada anak tapi yang perlu ditinggalkan pada anak2 itu ilmu agama, tauhid, akidah. Karena ketika dia sudah bertawakal pada Allah maka rejeki dari Allah pasti ada, dari keyakinan dan ikhtiarnya, anak mau jadi apapun terserah yang penting agamanya dulu

• Usahakan apa2 yang kita lakukan ada value akhirat

• Seperti yang dikatakan oleh Ust Muhammad Yahya bahwa "dunia itu mata", sesuatu yang kita butuhkan tapi tidak untuk kita banggakan, contoh spon cuci piring, kita butuh dan itu esensial tapi siapa yang akan membanggakan spon cuci piring?

MasyaAllah, barakallahu fiik, semoga Allah beri taufik kepada kita semua. Dan kesimpulannya,
Kenapa perempuan perlu berpendidikan tinggi?
1. Menstimulasi kita perempuan2 untuk berprikir kritis dalam menilai suatu fenomena/isu, menstimulasi kita untuk berwawasan luas dan mentrigger kita untuk open minded tentunya dengan batasan2 (tidak terbawa hal2 diluar prinsip kita sebagai umat Islam)
2. Men-create seseorang tidak hanya well-educated, tetapi juga well-manner karena itu yang sangat penting
3. Supaya mandiri atau independent dengan tidak melupakan fitrahnya sebagai perempuan

Komentar